RSS

Sejarah PMI

SEJARAH PMI
Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.

Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota).

Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.

Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.

PERAN DAN TUGAS PMI
Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Tugas Pokok PMI:
+ Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana
+ Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan
+ Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
+ Pelayanan transfusi darah ( sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 18 tahun 1980)
Dalam melaksanakan tugasnya PMI berlandaskan pada 7 (tujuh) prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan.




SEKILAS KINERJA PMI DARI MASA KE MASA

DASAWARSA I 1945 -1954
Pada masa perang kemerdekaan RI, peranan PMI yang menonjol adalah di bidang Pertolongan pertama, Pengungsian, Dapur Umum, pencarian dan pengurusan repatriasi, bekerjasama dengan ICRC dan Palang Merah Belanda untuk Romusha, Heiho , Tionghoa; anak-anak Indo Belanda dan 35.000 tawanan sipil Belanda dan para Hoakian yang kembali ke RRC. Sementara itu diadakan pula pendidikan untuk para juru rawat yang akan dikirim ke pos-pos P3K di daerah pertempuran.
Saat itu sudah ada 40 cabang PMI di seluruh Indonesia dan setiap cabang memiliki dua buah Pos P3K sebagai Tim Mobil Collone.
Rumah Sakit Umum Palang Merah di Bogor yang semula di bawah pengelolaan Nerkai, pada tahun 1948 disumbangkan kepada PMI Cabang Bogor dengan nama Rumah Sakit Kedunghalang dan sejak tahun 1951 dikelola menjadi Rumah Sakit Umum PMI hingga sekarang.
PMI juga mulai menyelenggarakan kegiatan pelayanan sumbangan darah yang masih terbatas di Jakarta dan beberapa kota besar seperti Semarang, Medan, Surabaya dan Makasar dengan nama Dinas Dermawan Darah.

Dalam peristiwa pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan), PMI bekerjasama dengan ICRC melaksanakan pelayanan kesehatan yang dipimpin oleh Dr. Bahder Djohan dan BPH Bintara berupa Rumah Sakit terapung di Ambon. Juga diadakan penyampaian berita keluarga yang hilang/ terpisah serta mengunjungi tawanan.

PMI mulai mengembangkan kegiatan kepemudaan dengan 7.638 anggota remaja di 29 Cabang PMI. Bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Guru, murid dan anak-anak sepakat membentuk unit PMR di sekolah-sekolah, penerbitan majalah PMR, korespodensi, pertukaran album, lomba, pameran lukisan, serta penyelenggaraan sanatoria (perawatan paru-paru untuk anak-anak).

DASAWARSA II 1955 - 1964
Akibat Pemberontakan PRRI di Sumatera Barat dan Permesta di Sulawesi Utara, Markas Besar PMI mengirimkan kapal-kapal PMI ke daerah tersebut untuk menjemput orang-orang asing di sana dan juga mengirimkan 4 tim medis ke Sumatera serta 6 tim ke Sulawesi Utara.
Setelah Presiden Soekarno mencetuskan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk membebaskan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961, Pengurus Besar PMI memanggil Kesatuan Sukarela seluruh Cabang untuk siap siaga. Kemudian terbentuklah Kesatuan Nasional yang terdiri dari 11 cabang yang telah diseleksi. Sukarelawan Palang Merah yang ditugaskan sebagai perawat berjumlah 259 orang dan 770 orang sebagai cadangan.

Pada peristiwa Aru 15 Januari 1952, yaitu tenggelamnya Kapal Perang RI Macan Tutul, sebanyak 55 orang awak kapal perang tersebut menjadi tawanan Belanda sehingga atas permintaan Menteri/KSAL, PMI menghubungi ICRC untuk menangani tawanan tersebut. Berkat usaha Sekjen PBB, pihak Belanda menyetujui penyerahan awak kapal di Singapura.
Pada tahun 1963 ketika Gunung Agung di Bali meletus , PMI bersama Dinkes Angkatan Darat RI membantu penanggulangan para korban bencana tersebut.

Ketika Tim Kesatuan Nasional PMI ke Kalimantan Barat dalam rangka Dwikora (Dwi Komando Rakyat), telah dikirimkan Tim Kesehatan Nasional untuk membantu Operasi TUMPAS di Sulawesi Selatan.

DASA WARSA III 1965-1975
Penerbitan Surat Keputusan mengenai Peraturan menteri Kesehatan RI No.23 dan No.024 mengenai pengakuan Pemerintah RI untuk pertamakali terhadap keberadaan Usaha Transfusi Darah (UTD) PMI.
Dalam peringatan HUT PMI ke-25 , 17 September 1970 , Pengurus Besar PMI mengeluarkan suatu medali khusus dan penghargaan kepada perintis-perintis PMI, seperti: Drs. Moh. Hatta dan Prof. Dr. bahder Johan dan Pengurus PMI Daerah/Cabang seluruh Indonesia.
Setahun kemudian ,1971 diresmikan berdirinya suatu DAJR (Dinas Ambulance Jalan Raya)
Jakarta - Bandung sebanyak 7 pos yang dipusatkan di RSU-PMI Bogor. Ambilans yang digunakan adalah ambulance Falcon yang dilengkapi personil, alat-alat pertolongan pertama, dan telepon radio.

DASAWARSA IV 1975 -1984
Kerjasama PMI-ICRC
PMI mulai berperan di Timor Timur bulan Agustus 1975 sejak mengalirnya pengungsi Timor Timur ke perbatasan Timor Barat di Atambua. Operasi kemanusiaan di Dili dimulai bulan Desember 1975 atas permintaan PSTT (Pemerintah Sementara Timor Timur). Kemudian kelak pada bulan Oktober tahun 1979 PMI bekerja sama dengan ICRC mulai membuka pos bantuan relief di 7 Kecamatan terpencil di Timor Timur.
Atas permintaan Pemerintah RI, PMI didukung UNHCR membentu pengungsi Vietnam di Pulau Galang dalam bidang kesehatan dan kesejahtraan social, antara lain dengan mendirikan RS Pulau Galang. PMI juga mengadakan Tracing and Mail Service bekerjasama dengan ICRC.

Bencana Alam
Ketika gempa bumi melanda Bali Juli 1976 yang melanda 3 dari 5 kabupaten
PMI mengerahkan tenaga sukarela, membuka Dapur Umum dan membantu perbaikan 500 buah rumah. Bekerjasama dengan tim medis dari Angkatan Darat, memberikan pelayanan kesehatan makanan dan obat-obatan.
Di tahun yang sama gempa bumi melanda Kecamayan Kurima dan Okbibab di Kabupaten Jayawijaya dengan kekuatan 6,8 Skala Richter.
PMI juga turun langsung membantu korban bencana Galunggung tahun 1982 selama beberapa bulan

Transfusi Darah
Tahun 1978 Pengurus Pusat memberikan penghargaan Pin Emas untuk pertamakalinya kepada donor darah sukarela 75 kali.
Ketentuan tentang tugas dan peran PMI dalam pelayanan transfusi darah dikeluarkan oleh pemerintah melali Peraturan Pemerintah No.18 th 1980

DASAWARSA V 1984 - 1994
Setelah beberapa kali pindah dari Jl.Abdul Muis ke beberapa lokasi, akhirnya kantor pusat PMI menetap di Jl.Jendral Gatot Subroto Kav.96 yang diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1985.

Tracing and Mailing RRC- RI
Selain pelayanan Tracing and Mailing Service (TMS) untuk pengungsi di Pulau Galang, pada tahun 1987 TMS PMI mengurus kunjungan keluarga dari RRC ke Indonesia yang pertama kalinya sejak hubungan diplomatik kedua negara itu tahun 1967 terputus.
Di Jakarta, PMI ikut membantu para korban musibah tabrakan kereta api Bintaro berupa pertolongan P3K, Transfusi Darah, TMS, serta pemberian pakaian pantas di sejumlah RS di Jakarta tempat korban dirawat.

Bencana alam
PMI mengerahkan 700 orang KSR/PMR dan 8 tenaga dokter untuk membantu korban banjir bandang di Semarang Jawa Tengah dan juga ikut membantu korban Letusan Gunung Kelud Jawa Timur tahun 1990 dengan bantuan pangan dan obat-obatan senilai Rp.8.583.400,-
Untuk turut menanggulangi bencana gempa bumi Tsunami di Flores 12 Desember 1992, PMI membentuk Satgas KSR Serbaguna yang disebut SATGAS MERPATI I.

Perang Teluk tahun 1991
Dengan pecahnya Perang Teluk, Pemerintah Indonesia mempercayakan kepada PMI untuk memimpin pengiriman bantuan masyarakat Indonesia dengan pesawat khusus ke Jordania, untuk korban Perang Teluk sebanyak dua kali. Bantuan sandang, pangan, obat-obatan dan peralatan listrik yang diberikan senilai 249 juta rupiah.

Uji Saring Darah HIV
Penyebaran virus HIV yang semakin meningkat mendorong terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan RI No.622/1992 tentang kewajiban pemeriksaan virus HIV pada donor darah. Sejalan dengan itu, Depkes RI memberikan bantuan reagensia untuk pemeriksaan virus HIV kepada PMI yang diperuntukkan bagi segenap UTDC-PMI.

Temu Karya KSR
Pada bulan Juli 1992 diadakan Temu karya dan Lomba KSR Tingkat Nasional di Lombok NTB diikuti pula oleh peserta dari Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Jepang.
DASAWARSA VI 1994 - 2004

Bencana Alam (Gempa Bumi)
Kembali pada tahun 1994 ,Pengurus Pusat membentuk Tim SATGAS MERPATI II untuk membantu korban bencana Gempa Bumi di Liwa-Lampung Barat dan Tsunami di Banyuwangi-Jawa Timur.
Juga pada tahun 1999, saat propinsi Bengkulu ditimpa gempa berkekuatan 7,9 skala richter, PMI dengan dukungan fasilitas Federasi Internasional dan Palang Merah Norwegia mendirikan rumah sakit lapangan berkapasitas 150 bed menggantikan fungsi rumah sakit setempat yang rusak di kota itu selama 10 bulan.
Gempa lainnya berskala 6,5 richter juga menimpa Banggai di Sulawesi Tengah pada bulan Mei 2002, dan beberapa bulan kemudian pada Juli 2000 gempa terjadi juga di 24 Kecamatan di Sukabumi dan Bogor.

Banjir
Akhir tahun 2000 banjir menimpa wilayah Aceh. Dengan bantuan ICRC di Lhoksumawe, Tim PMI ikut turun tangan membersihkan jalan-jalan dan fasilitas sosial lainnya dan memberikan bantuan 4000 paket bantuan alat kebersihan. Pada periode yang sama, banjir juga melanda Gorontalo Sulawesi Tengah yang mengakibatkan wilayah tersebut terutama di Kecamatan Ranoyapo terisolir banjir.
Banjir Lumpur dikuti longsor juga melanda wilayah Jawa Barat selama beberapa hari pada bulan Pebruari. Banjir bandang terjadi pula di NTB. 1000 paket bantuan PMI dan 610 petromaks disumbangkan oleh Federasi Internasional melalui PMI.
Awal Agustus 2001, banjir besar juga telah menghancurkan 8 Kecamatan di Kabupaten Nias Sumetera Utara. PMI telah mengirimkan obat-obatan dan bantuan paket keluarga berupa peralatan dapur, kelambu nyamuk, pakaian, selimut dan gula untuk memenuhi kebutuhan darurat sehari-hari di Nias.

Penanggulangan Bencana Konflik
Suatu konflik vertikal telah berlangsung di Aceh sejak Januari 2000, konflik horizontal di Poso Sulawesi Tengah pada 23 Mei 2000 dan kerusuhan hebat di Maluku Utara pada 17 Mei 2001. Di Aceh PMI bekerjasama dengan ICRC secara intensif melakukan kegiatan evakuasi korban luka dan mayat, membagikan bantuan pangan, pelayanan kesehatan darurat serta penyampaian berita keluarga. Sedangkan untuk Poso, PMI berkoordinasi dengan ICRC menyalurkan bantuan 4000 paket keluarga diikuti bantuan dari RCTI berupa tikar, sarung, handuk, jerigen, sabun mandi, sabun cuci dan pakaian yang diperuntukkan kepada 2000 orang. Sedang untuk konflik yang terjadi di Maluku Utara, kembali PMI bekerjasama dengan ICRC menyalurkan 5.655 paket bantuan keluarga kepada korban disamping pelayanan kesehatan di Tobelo dan Galela. Bantuan tambahan sebanyak 4500 paket dan 2000 unit peralatan sekolah dan seragam dari Kedutaan Besar Jepang. Di samping itu bantuan satu unit kendaraan juga telah dikirim ke Ternate dari Jakarta untuk membantu operasional teknis lapangan.

CBFA- Tarakan dan Lampung
Proyek pengembangan kesehatan berbasis masyarakat (CBFA) telah dimulai di Kalimantan Timur dan Tengah sejak Juni 2000. Bantuan disponsori oleh Palang Merah Belanda dengan Fasilitas Federasi Internasional bertujuan memperbaiki status kesehatan masyarakat di wilayah sasaran.






PMI KINI
Dalam rangka menghadapi perkembangan masyarakat Indonesia di masa depan yang semakin global dalam suasana yang semakin demokratis maka PMI harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai stakeholder untuk ikut mengambil peran aktif di dalamnya.

Karena itu, PMI telah menetapkan misi dan visi dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip kepalangmerahan dan digariskan di dalam garis-Garis Kebijakan PMI 2000 - 2004 :
A. Visi

PMI diakui secara luas sebagai organisasi kemanusiaan yang mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu, terutama kepada mereka yang paling membutuhkan, dalam semangat kenetralan dan kemandirian.
B. Misi
1. Menyebarluaskan dan mengembangkan aplikasi prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah serta Hukum perikemanusiaan Internasional (HPI) dalam masyarakat Indonesia.
2. Melaksanakan pelayanan kepalangmerahan yang bermutu dan tepat waktu, mencakup:
 Bantuan kemanusiaan dalam keadaan darurat
 Pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat
 Usaha Kesehatan Transfusi Darah
3. Pembinaan Generasi Muda dalam kepalangmerahan, kesehatan dan kesejahteraan.
4. Melakukan konsolidasi organisasi, pembinaan potensi dan peningkatan potensi sumber daya manusia dan sumber dana untuk menuju PMI yang efektif dan efiesien.


PROGRAM STRATEGIS PENGEMBANGAN ORGANISASI
A. TUJUAN

Menyempurnakan organisasi dan tata laksana PMI di semua tingkatan untuk persiapan peningkatan kemandirian dan kenetralan PMI dalam 5 tahun ke depan.
B. PROGRAM 2002
1. Melanjutkan upaya akurasi data kapasitas organisasi daerah dan cabang dari hasil respon kuistioner yang diberikan Daerah dan Cabang dan Laporan Persemester atau Tahunan.
2. Menyusun pola standar Orientasi Kepalangmerahan dan implementasi manajemen PMI bagi pengurus.
3. Memberikan arahan kepada Daerah untuk mengaktifkan fungsinya melalui:
 Pengamatan aktif, advokasi dan membantu implementasi AD/ART, khususnya di dalam MUSDA dan MUKERDA.
 Lokakarya Manajemen dan Organisasi bagi daerah dan beberapa cabang terpilih.
 Orientasi kepalangmerahan dan manajemen organisasi untuk daerah dan cabang-cabang yang dimiliki.
 Membina Rencana Strategis Pengembangan Organisasi melalui kinerja tim OD
 Lokakarya bagi pengembangan fungsi markas pusat bagi Kepala Unit Daerah (KAMADA)
 Melanjutkan pemberian bantuan kepada korban gempa bumi di Bengkulu, dengan pilot program OD di PMI Bengkulu, untuk mendukung implementasi program CBFA, water and sanitation in Bengkulu.
4. Memantapkan persiapan untuk MUKERNAS tahun 2002
5. Menerbitkan perangkat lunak bagi pengembangan manajemen dan organisasi seperti Petunjuk Bagi Pengurus PMI.
Kapasitas Organisasi PMI per April 2002
Jumlah Daerah : 30 daerah
Jumlah Cabang : 323 cabang
Jumlah Ranting : 450 ranting
Jumlah KSR : 28.554 orang
Jumlah TSR : 22.347 orang
Jumlah PMR : 70.127 orang

Sayangilah Ibu

Ibu,kata-kata ibu tidak asing lagi,semua memanggil kata-kata ibu.terlintas di otak kita ibu adalah orang yang mengandung kita,merawat serta mendidik dengan baik.
Tetapi bukan hanya sekedar itu-itu saja kawan,ibu amatlah berjasa dalam kehidupan kita.renungkanlah kawan…
Kawan, tahukah kamu betapa berartinya ibu?Dia adalah sosok seorang wanita yang berarti buat kita semua bukan? dia sangat dikagumi oleh semua orang,meskipun ibu suka ngomel-ngomel itu sebenarnya tujuannya baik,ibu hanya memberi arahan saja,bila kita turuti kata-kata ibu, kita tidak akan terjerumus.
itulah baiknya ibu.Dimana ibu sangat kita butuhkan,janganlah kamu menyia-nyiakan ibu,berbuatlah baik dengan ibu,hormatilah,dan sayangilah ibu.seperti kamu menyanyangi diri kamu sendiri.Ada hadits yang menyebutkan bahwa”surga itu dibawah telapak kaki ibu”.Maka dari itu janganlah sekali-sekali kamu berduhaka kepada ibu,karena itu sangat dosa besar.Renungkanlah kawan…
Dia yang mengandung kita,selama 9 bulan lamanya.
Mereka kesakitan saat melahirkan kita,tapi ibu hanya sabar.
Dari sejak kecil mereka yang merawatmu,walaupun ibu belum makan,tidur,dan capek tapi apa yang diperbuat ibu?dia tetap menyuapi,memandikan,merias,mengantarkan kamu ke sekolah.
Ketika kamu mulai besar,dia tersenyum melihatmu.betapa senangnya ibu,anaknya mulai tumbuh besar,dan berbakti padanya.
Ketika kamu mulai dewasa,kamu berada jauh dengannya.kamu mulai memikirkan masa depanmu.tetapi ibu?ibu juga tersenyum lagi saat melihatmu.ibu yang dulu selalu disampingmu menemani hari-harimu.kini kamu jauh dengannya,mulai berpikir betapa sangat mulianya ibu.
Rintihan kesakitan,lapar,apa yang kamu panggil?ibu….
Sudah cukup kawan,bukalah pintu hatimu.jika berbuat salah,langsung minta maaflah.karena betapa cintanya ibu kepada kalian semua.syukur bantu ibu ketika dia membutuhkan bantuanmu.so…by the way waktuku sudah habis.mungkin bisa disambung besok-besok.

Maniak Jilbab Apa modis Saja

Di era zaman modern ini,banyak sekali yang memakai jilbab.Mulai kawula muda hingga tua.Bila didata presentasenya hampir seratus persen.alhamdulilah para wanita sudah mulai tobat semua ya Allah.
Yang dulunya tidak memakai jilbab,tetapi sekarang suda mulai memakai jilbab,meskipun tidak perharinya.inilah menandakan bukti-bukti mereka masih ingat kepada Allah.
Tetapi apakah tujuan hal ini ingin mendekatkan kepadaNya?apa hanya ingin merubah tampilan doank.Semoga saja mereka semua mempunyai tujuan dua-duanya.
Kalau dipikir-pikir sekarang kan banyak aneka macam model jilbab dan pernak-perniknya.so mereka jadi tertarik.Tetapi juga banyak mereka yang tobat beneran..Ambilah saja hikmahnya.semakin pabrik jilbab dan pernik-perniknya membuat modis-modis yang bagus,semakin banyak peminat yang memakai jilbab.
Kan seru jadinya,mereka yang dulunya tidak memakai jilbab,bila melihat orang lain memakai jilbab yang modis,jadi tertarik untuk beli dan memakai.Jadi tidak hanya waktu hari lebaran saja,tetapi hari lainnya umat muslimah seantero dunia sudah berjilbab semua.
Pastinya boleh bila memakai jilbab,siapa sih yang melarang?manfaatnya kan baik buat menutup aurat para wanita .tetapi bila dibilang modis apa tidaknya,banyak juga kok alat yang bisa merapikan jilbab kalian semua,misalnya iket topi.so jangan takut kalian semua.ayo pakai jilbab agar para kumbang tidak jelalatan.makanya tutup aurat kalian semua.Tidak ada yang bilang perubahan membawa jelek,semua perubahan itu membawa kebaikan.

Puisi Alam

Alam
Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".
readpost by  http://puteribayu.proboards.com/index.cgi?board=karya&action=display&thread=33

Procedure Text

Halo…teman-taman,berjumpa lagi dengan saya .kali ini aku punya tips baik buat para penggemar kopi,eit…jangan manyun dulu, buat yang tidak gemar dengan kopi.Karena disini saya adil kok seperti pancasila sila kesatu.nich dia tipsnya:
Buat para penggemar kopi,nich dia tipnya,cara buat bubuk kopi yang aman:

1. Tanamlah pohon kopi dikebunmu,bila kelamaan buahnya cari atau beli
dikebun tetanggamu.
2. Lupaslah kulit kopi
3. Jemur hingga agak kering(sedang-sedang saja)
4. Cuci kopi tersebut.

5. Tiriskan
6. Sambil menunggu,potong kelapa kotak dadu tipis-tipis.
7. Siapkan wajan lempung(kreweng)
8. Masukkan kopi sedikit demi sedikit,diiringi potongan kelapa.
9. Goreng(tidak pakai minyak) diaduk-aduk
Perbandingan kopi dengan potongan kelapa banyak kopinya,biar murni.
10. Kira-kira kurang lebih satu jam
11. Siapkan wadah
12. Tumpahkan wadah,tunggu hingga dingin
13. Hancurkan kopi ke tukang selip atau dihancurin pakai lumping.
Buat para yang tidak gemar,nich dia tipsnya:
 Pilih kopi instan yang terjamin(bila tidak mau repot)
 Buat sendiri kayak tips yang diatas
 hindari kopi (jangan terlalu sering)

semoga tips ini bermanfaat bagi kalian semua.amin….

Apakah Arti Secangkir Kopi


Kopi…kata itu tidak asing lagi diteling masyarakat kita.Hampir semua orang mengawali pagi mereka dengan secangkir kopi hangat.Bagi mereka,secangkir kopi dapat menjadi setengah dari semangat hidup dalam arti mereka.Namun,apakah pernah terbesit dibenak mereka tentang apa saja yang terkandung dalam secangkir kopi tersebut,yang selalu menjadi salam pembuka pagi mereka???
Memang kebanyakan dari penggemar kopi,tidak pernah memikirkan apa saja yang terkandung dalam kopi.Karena bagi mereka itu hal yang biasa.mulai dari anak kecil hingga dewasa tubuhnya sudah dihangatkan oleh secangkir kopi.Namun anehnya anak-anak kecil sekarang suka dengan kopi.

Bila hari hujan sebagian dari orang menurut saya lari ke dapur untuk membuat santapan yaitu secangkir kopi,sambil menikmati pemandangan.Rasanya sungguh luar biasa.Begitu juga sekarang banyak warung-warung yang menyediani secangkir kopi.Meskipun sedikit modalnya bisa menambah penghasilan bagi keluarga mereka.Tetapi hal ini dibantah mentah-mentah,karena biasanya didalam secangkir kopi itu gulanya tidak murni.dalam arti pakai bahan kimia,misalnya arumanis,dan bubuk kopinyapun tidak murni kopi tapi sebagian besar dicampur kelapa(adat orang jawa)tapi sekarang kebalik biasanya campuranya yang banyak ketimbang kopinya.
Perdebatan secangkir kopipun menggelegar seantero dunia,tapi disini yang perlu diperhatikan adalah fisik kita.karena didalam kopi terdapat apa kita juga tidak tahu.
Banyak kontroversi tentang secangkir kopi, ada yang bilang kopi itu tidak baik bagi kesehatan .Karena kebanyakan bagi orang usia lanjut setelah meminum kopi tersebut dadanya terasa sesak,mual-mual,perut kembung.Dalam arti sempit bisa dikatakan terserang penyakit maag. Tapi disisilain banyak positifnya bagi anak muda yang suka begadang,kata mereka setelah meminum secangkir kopi tersebut matanya bisa melek semalam suntup.
Sekarang intinya kita harus pahami keadaan tubuh kalian masing-masing,karena di tubuh kita tidak ada yang sama ada yang sensitif ada yang tidak sensitif.Tetapi menurutku meminum kopi yang berlebihan itu tidak baik,boleh kita minum secangkir kopi asalkan jangan sering dijadikan kebiasaan dalam hidup anda.karena allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.dan sesungguhnya yang berlebihan itu tidak baik.
Nah,sekarang kita sudah tahu apa arti secangkir kopi,bahwasanya kopi itu dapat membuat kebaikan,dan disisilain juga dapat membuat banyak penyakit.intinya kita harus waspadai,meskipun ditubuh anda nyaman,tapi di tubuh orang lain tidak nyaman.

Cerpen "Sok Tahu Sih! dikira Cream Coklat"

Tak kira” krim coklat”
Di malam hari,tina di rumah sendirian.Semua keluarganya tidak ada dirumah,Bapak dan ibunya pergi kekondangan,sedangkan adik pergi bimbel.Adanya cuma kakek dan neneknya,tapi mereka tidur dengan nyenyak.Di malam yang gelap beserta sambaran petir yang menggelegar,dan suara gemercikan air terdengar olehnya.
“Besuk ada homework apa ya…”pikir tina dalam hati.
Hmm…telpon ranti aja,dia segera ambil handponenya dan langsung pencet nomor ranti.
Halo!Assalamu’alaikum…
Walaikumsalam… ini siapa?”jawab ranti,
Aku Tina ran…ow tak kira siapa habis no number sich,ada apa?
Besuk ada “pr” gak?ada tin..malah banyak dan ditambah besuk ka nada try out”jawab
Ranti dengan tegas.

Apach…saking soknya dia menyentuh secangkir kopi kakeknya yang ada diatas meja.
“Nduk…opo kuwi?”kata kakeknya,dia terbangun karena suaranya cangkir pecah itu keras
sekali.Tidak kek,cuma kucing kok,kata tina dengan rasa hati gelisah dan takut.
“Tin…tina?kamu baik-baik aja kan?” tanya ranti.Ternyata masih nyambung,pikir Tina
Dalam hati.
Baik-baik aja ran…oh iya prnya apa saja?”ada fisika,bahasa Indonesia,biologi sama
Al qur’an Hadist”jawabnya Ranti.Hmm…makasih Ran,sudah mau bantu.
Iya sama-sama Tin…Bye-bye sampai ketemu besok.Bye…jawab Ranti.
Wah wah wah…banyak bener ni tugasnya ditambah try out lagi.ach gak boleh begitu jangan menyerah”kayak lagu D’masiv,canda Tina ngomel sendiri.
o…iya tadi kan saya mecahin cangkir kakek,”Tina mulai ingat”.sebelum kakek bangun diberesin dulu ah.”Tapi ini apa ya…”Pikir Tina.Kok kayak krim coklat;Tanya Tina dengan rasa ingin tahunya.Waduh kakek gaya amat sich,bikin kopi pakek dicampur krim coklat segala,
Kata Tina”.Diambilnya krim coklat tadi dan dicolek dikit,tapi kok pahit,”tanya Tina.
Jangan –jangan sudah kadaluarsa.ah bodoh amat,besuk aja kalau kakek sudah bangun dibilangin.Kalau kopinya sudah kadaluarsa,itung-itung buat alas an juga.
Ngerjain tugas fisika aja,”kata Tina.ternyata sudah,tinggal bahasa Indonesia,biologi,sama Alqur’an Hadits.Biologi dulu ach…setelah beberapa menit kemudian tugasnya selesai,tinggal bahasa Indonesia.Suruh ngapain ya…”kata Tina”,dengan sabar dia mencari halaman yang ditunjuk Ranti tadi.uwh,suruh buat puisi kecil bro…kata Tina “ngomel-ngomel sendiri gak jelas.
Sudah selesai…triak Tina,tinggal qur’an Hadits.Ternyata hafalan,surat albaqoroh,”kata Tina dalam hati’.besuk pagi aja.sekarang waktunya belajar buat try out besuk .Setelah selesai, tidur ah”kata Tina.
Kukkuriuk….suara ayam berkotek,menandakan hari mulai pagi.Tina bangun…”kata ibunya.Loch ibu sudah datang”kata Tina”.sudah jam 11 malam kemarin.Buk,jam berapa ini?jam 6.apa?buk aku harus cepat-cepat,karena ini hari pertama aku try out,ya sudah buruan sana.Selesai Tina mandi,dia masih mikir tentang krim coklat di kopi kakeknya.apa aku bilang ibu saja,kata Tina. Aneh,krim coklat kok dibuat campuran kopi.
Karena Tina tidak tahu kalu itu namanya “cethe”.Dia jarang buat kopi,kalaupun buat kopi ,dia pakek bubuk kopi instan jadi tak ada yang namanya “cethe”.
Buk,”triak Tina”.apa nak…jawab ibunya dengan lembut.Tadi malam saya  yang mecahin cangkir kopi itu aku buk”kata Tina dalam hati” dan Tina langsung melontarkan kata-kata "tadi malam saya beres-beres cangkir kopi kakek kok ada krim coklatnya,apa mungkin sudah kadaluarsa ?”tanya Tina dengan tegas kepada ibunya”.ibunya hanya senyum karena ibunya sudah tahu bahwa sejak kecil,dia belum tahu yang namanya”cethe”.tidak nak,itu namanya cethe,cethe itu apa buk,Tanya Tina.Cethe itu berasal dari bubuk kopi nak,bubuk kopi itu asli buatan kita sendiri yang digoreng di wajan lempung(kreweng).ow gitu….tapi kok pahit?ya jelas to nak lhawong bubuk kopinya kan asli tanpa bahan kimia,jadi ora podho karo sing didhol ditoko-toko kuwi ”kata ibunya.Hmm…jadi malu buk,ya sudah makan pagi dulu sana”kata ibu Tina”.Disekolah aja buk,Tina buru-buru nanti keburu masuk,mana Al qur’an Haditsku belum kuhafalin lagi,sambil memakai kaos kaki dan sepatu.lha tadi malam nyapo ae to nduk,kata ibu Tina”.Belajar buat try out dan pr-pr yang lain buk.yo wis ki sanguine,makasih buk,”jawab Tina”.buk aku budal”pamit Tina”.Assalamu’alaikum…ati-ati nduk yow,sambut ibunya.